Jumat, 11 Agustus 2017
Dibaca: 1216
Pertanyaan :
Prinsip Pemilikan Amwal dalam Hukum Ekonomi Syari’ah
Apa itu prinsip kepemilikan amwal?
Jawaban :

Intisari:

 

 

Amwal merupakan benda atau harta yang dapat dimiliki, dikuasai, diusahakan, dan dialihkan, baik benda berwujud maupun tidak berwujud, baik benda yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar, baik benda yang bergerak maupun yang tidak bergerak, dan hak yang mempunyai nilai ekonomis. Amwal tersebut dapat diperoleh dengan cara pertukaran, pewarisan, hibah, wasiat, pertambahan alamiah, jual-beli, luqathah, wakaf atau cara lain yang dibenarkan syariah.

 

Prinsip pemilikan amwal adalah:

a.    pemilikan yang penuh, mengharuskan adanya kepemilikan manfaat dan tidak dibatasi waktu;

b.    pemilikan yang tidak penuh, mengharuskan adanya kepemilikan manfaat dan dibatasi waktu;

c.    pemilikan yang penuh tidak bisa dihapuskan, tetapi bisa dialihkan;

d.    pemilikan syarikat yang tidak penuh sama dengan kepemilikan terpisah tasharrufnya;

e.    pemilikan syarikat yang penuh ditasharrufkan dengan hak dan kewajiban secara proporsional.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

 

Definisi Amwal

Menurut Ahmad Ifham Sholihin dalam bukunya Buku Pintar Ekonomi Syariah (hal. 84), amwal adalah bentuk jamak dari mal (harta, kekayaan, benda), yaitu segala sesuatu yang dapat dimiliki dan diambil manfaatnya.

 

Merujuk pada Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syari'ah (“Perma 02/2008”), amwal diatur dalam Buku I Perma 02/2008. Amwal adalah benda yang dapat dimiliki, dikuasai, diusahakan, dan dialihkan, baik benda berwujud maupun tidak berwujud, baik benda yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar, baik benda yang bergerak maupun yang tidak bergerak, dan hak yang mempunyai nilai ekonomis.[1]

 

Amwal

Pemilikan amwal didasarkan pada asas:[2]

a.    amanah, bahwa pemilikan amwal pada dasarnya merupakan titipan dari Allah Subhanahu wata'ala untuk didayagunakan bagi kepentingan hidup.

b.    infiradiyah, bahwa pemilikan benda pada dasarnya bersifat individual dan penyatuan benda dapat dilakukan dalam bentuk badan usaha atau korporasi.

c.    ijtima'iyah, bahwa pemilikan benda tidak hanya memiliki fungsi pemenuhan kebutuhan hidup pemiliknya, tetapi pada saat yang sama di dalamnya terdapat hak masyarakat.

d.    manfaat, bahwa pemilikan benda pada dasarnya diarahkan untuk memperbesar manfaat dan mempersempit madharat.

 

Benda/amwal dapat diperoleh dengan cara:[3]

1.    pertukaran;

2.    pewarisan;

3.    hibah;

4.    wasiat;

5.    pertambahan alamiah;

6.    jual-beli;

7.    Luqathah;

8.    wakaf;

9.    cara lain yang dibenarkan menurut syariah.

 

Jadi, amwal merupakan benda atau harta yang dapat dimiliki, dikuasai, diusahakan, dan dialihkan yang mempunyai nilai ekonomis. Amwal tersebut dapat diperoleh dengan cara pertukaran, pewarisan, hibah, wasiat, pertambahan alamiah, jual-beli, luqathah, wakaf atau cara lain yang dibenarkan syariah. Bagaimana prinsip pemilikan amwal tersebut?

 

Prinsip pemilikan amwal adalah:[4]

a.    pemilikan yang penuh, mengharuskan adanya kepemilikan manfaat dan tidak dibatasi waktu;

b.    pemilikan yang tidak penuh, mengharuskan adanya kepemilikan manfaat dan dibatasi waktu;

c.    pemilikan yang penuh tidak bisa dihapuskan, tetapi bisa dialihkan;

d.    pemilikan syarikat yang tidak penuh sama dengan kepemilikan terpisah tasharrufnya;

e.    pemilikan syarikat yang penuh ditasharrufkan dengan hak dan kewajiban secara proporsional.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syari'ah.

 

Referensi:

Ahmad Ifham Sholihin. 2010. Buku Pintar Ekonomi Syariah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.



[1] Pasal 1 angka 9 Perma 02/2008

[2] Pasal 17 Perma 02/2008

[3] Pasal 18 Perma 02/2008

[4] Pasal 19 Perma 02/2008

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Justika.com adalah terknologi terbaru hukumonline yang bekerja sebagai pusat informasi yang mempertemukan antara pencari bantuan hukum dan para profesional hukum dibidangnya masing-masing.

Temukan profesional hukum sesuai dengan permasalahan anda didalam jaringan justika.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).